cerita cinta dua insan yang berbeda
mencoba untuk ikatkan hatinya
segala keraguan tak memupus harap
demi terwujudnya sebuah mimpi
hingga badai menghepaskannya
robohkan cintaku dengannya
sesaat kuterdiam memikirkan kita
renungkan dengan apa yang terjadi
mungkinkah kenyataan tak selalu indah
seindah rasa cintaku padamu
hingga angin menyapukannya
runtuhkan hatiku hatinya
aku akan setia
untukmu yang kucinta
tak akan pernah berubah
sayang ku kepadamu
aku tetap menunggu sekuat raga ini
sampai berakhirnya waktuku…
sampai berakhirnya waktuku..
Satu bait satu larik…?
Sebenarnya bagus, hanya saja kurang menggigit.
Ada yang tidak saya setujui di sini, yaitu pada bagian “setia”. Untuk apa tetap menunggu…? Saya mencoba untuk realistis saja (saya melepas topeng idealis dulu)…
apanya yang kurang menggigit…?
ko ga setuju dengan kata setia….susah lho mencari orang yang setia….
tapi kalau yang ditunggu ga pantas untuk ditunggu ngapain juga menunggu…cari aja yang lain kan masih banyak