perjalanan waktu t’rus hantui jiwa
laju kepak sayap makin tenggelamkan raga
dalam tumpuk galau perpisahan
jauhkan s’gala dari kenangan tak terlupakan
gundah..
takut…
duka…
serangkai rasa bayangi sukma
menyapa tak bertatakrama
merasuk diri jatuh dalam peluk sang gaulana
hadang bahagia tuk menyata
riak ombak menghempas menghampa
menyeret tuk masuk ruang asing tak tertata
yang diri tak menahu adana
buat gelisah kan terpojok di sudut luka
bayang ke depan semakin takut tuk diangan
kenangan lalu semakin sukar
tuk tinggalkan
sedu tangis mengalir memilu
memecah hening ketenangan kalbu
berhasrat tuk perlambat detik yang berlalu
mengulang kisah simpony tak berlagu
melayang…mengangkasa
hingga tak temu oleh waktu
penghalang hati tuk abadi
jelang perpisahan…
raga tak sanggup berucap kata
nurani tak kuasa menolak segala
ciut pula hati tuk meratap duka
menyadar takdir t’lah tercipta
tegores dalam garis nasib tak terelak
dari sang pencipta…Tuhan Yang Mahakuasa
menyakinkan s’gala
pasti tertuang hikmah-Nya
innalillahi…..
kenyataan yang tidak begitu parah… masih ada senyum
Terlalu dalam buat saya
tidak perlu penghayatan dalam, hanya sebuah cerita hidup
Perpisahan itu indah, tapi menyakitkan…
*apaan?!*
Salam kenal, nazel..
@BLOGIE
salam kenal juga…
Perpisahan itu indah, tapi menyakitkan…
kalau menurut Nazel ndiri sich , tergantung dari apa yang menyebabkan perpisahan itu, bukan berarti perpisahan itu indah …
ehem… salam kenal yah…
anak unlam juga yah,
dimana?saling kunjung yah
yap…
aku anak FKIP Jurusan Matematika.
insyaALLAH… kalau da waktu pasti.